Sedang Batuk? Tak Perlu ke Apotek, Cukup ke Dapur untuk Cari Obatnya

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Sedang Batuk? Tak Perlu ke Apotek, Cukup ke Dapur untuk Cari Obatnya

Senin, 07 Januari 2019

#Beritags - Sebagai salesman piranti lunak, batuk menjadi musuh nomor satu bagi pria ini. Bagaimana mau menjelaskan produk dengan lancar jika suara batuk sering menginterupsi.

Terlebih di pagi hari yang cukup mendung dan menjelang pertemuan dengan klien. Beruntunglah, di dapur ia dapat menemukan bahan-bahan pelenyap batuk.

Simak yang disarikan dari tulisan Lucie Widowati, peneliti di Puslitbang Biomedis dan Farmasi Depkes RI, yang pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Februari 2007 berikut ini.

Batuk memang menjengkelkan. Tapi batuk sesungguhnya mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan segala sesuatu yang mengganggu saluran pernapasan, seperti lendir atau benda asing lainnya.

Ketika zat asing mencapai salah satu perangsang batuk pada hidung atau tenggorokan, perangsang itu akan menyampaikan pesan ke pusat batuk di otak dalam waktu sepersekian detik, yang kemudian memberi sinyal supaya tubuh melakukan batuk.

Gejala ini dapat diakibatkan oleh gangguan cuaca seperti udara dingin, angin kencang, hujan, atau perubahan suhu udara.

Asap rokok yang berisi campuran partikel dan gas juga bisa bikin batuk. Pada tiap hembusan asap rokok terdapat 10 - 14 senyawa radikal bebas, yaitu hidroksida (OH).

Sebagian besar senyawa radikal bebas ini akan sampai di alveolus waktu menghisap rokok. Senyawa ini jugalah yang dapat menyebabkan terpaparnya perokok pasif terkena batuk atau bahkan kanker paru-paru.

Batuk dapat pula timbul akibat infeksi, misalnya oleh virus flu. Serangan ini umumnya berlangsung sampai dua minggu, bahkan bisa lebih lama.

Penyebab batuk lainnya yang bisa berlangsung sepanjang hidup adalah alergi. Selama pencetus alergi tidak diatasi, batuk tetap akan bercokol.

Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. Keadaan yang paling parah yaitu batuk karena penyakit tuberkulosis (TBC), bahkan juga bisa berasal dari keadaan yang paling serius, yaitu kanker paru-paru.

Sampai saat ini dikenal tiga jenis batuk. Ada batuk berdahak disertai dengan gangguan pernapasan, batuk tanpa dahak disertai dengan gangguan pernapasan, serta batuk tanpa dahak dan tanpa gangguan pernapasan.

Untuk membersihkan saluran napas dari dahak, diperlukan mekanisme batuk. Namun, terkadang batuk sulit dipancing karena refleks batuk menurun. Selain itu produksi dahak sering gencar dan kental lagi. Pada kondisi ini dibutuhkan pengencer dahak atau ekspektoran.

Mengatasi batuk sebenarnya mudah, terlebih di pasaran tersedia banyak pilihan obat batuk. Baik untuk batuk berdahak, maupun batuk kering alias tanpa dahak.

Namun, agar cepat sembuh, kita haras tepat memilih obat. Untuk gangguan pernapasan dapat dipilih efedrin, teofilin, atau salbutamol. Obat ini bekerja sebagai pelega saluran napas atau merelaksasi otot bronkus.

Untuk batuk dengan dahak, cobalah ammonium klorida, guaifenesin, bromheksin, atau gliserilguaiakolat, yang bekerja mencairkan dahak serta merangsang batuk untuk mengeluarkan dahak.

Ada lagi golongan obat batuk yang sebetulnya tidak dianjurkan. Yakni golongan penekan batuk seperti dekstromethorfan, difenhidramin hidroklorid, atau kodein. Sesuai namanya, obat ini berfungsi mengurangi frekuensi batuk.

Namun, efeknya akan mengganggu pembersihan dahak. Jadi, obat ini dipakai hanya jika batuk sudah sangat mengganggu hingga penderita tidak bisa tidur.

Bagi yang suka dengan obat alami, cobalah jelajahi dapur Anda, siapa tahu ada bahan herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk mengusir si ehem.

Kalau tak ada di dapur, ya beli di pasar. Ada bahan herbal yang bisa digunakan sebagai ekspektoran, demulsion pernapasan, pelega pernapasan, dan penekan batuk.

Ekspektoran bekerja mengencerkan dahak sehingga akan meringankan batuk. Tanaman obat yang bisa dipakai:

Sedang Batuk? Tak Perlu ke Apotek, Cukup ke Dapur untuk Cari Obatnya
(Foto: Belimbing wuluh bisa dijadikan obat pernapasan)

Herba yang masuk ke golongan demulsion pernapasan mempunyai efek melembutkan dan bersifat antiinflamasi (antiradang) pada saluran pernapasan. Ini bisa di pakai untuk mengatasi batuk kering, batuk dengan iritasi, batuk pada anak dan penderita asma.

Sebagai pelega pernapasan, herma yang digunakan berfungsi melegakan sesak napas, menghalau batuk non-produktif, dan asma.

Misalnya:
Herba penekan batuk berguna untuk mengatasi batuk non-produktif serta batuk yang menetap dan tidak kunjung sembuh. Antara lain:

Obat batuk alami ini bisa mengusir si ehem alias batuk.

Untuk batuk kering:

#1 Jeruk nipis

Ambil 1 buah jeruk nipis yang banyak airnya, peras dan tambahkan 2 sendok makan madu. Aduk lalu diminum dua kali sehari (pagi dan petang).

#2 Belimbing wuluh

Ambil 10 buah belimbing wuluh, cuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak dan sedikit garam sedikit. Setelah diperas dan disaring, minumlah dua kali sehari (pagi dan petang).

#3 Kencur

Ambil 1 jari rimpang kencur (jangan dibuang kulitnya). Cuci bersih dan langsung dikunyah halus dengan garam sedikit. Telan dan gelontor dengan minum air hangat. Lakukan dua kali sehari.

#4 Daun saga

Ambil 1 genggam daun saga beserta tangkainya dan 1 genggam daun asam. Rebus dengan 3 gelas air bersih hingga menjadi 2 gelas. Diamkan sampai menjadi dingin, saring dan minum dua kali sehari.

Sebagai ekspektoran:

#1 Kapulaga

Seduh 5 g serbuk buah adas dengan secangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk merata, minum sekaligus. Diminum dua kali sehari sampai sembuh.

#2 Lidah buaya

Ambil 1 batang daun lidah buaya dihilangkan durinya. Cuci bersih dan diparut, diperas, lalu diaduk dengan 6 sendok makan madu. Minum beberapa kali.

Sebagai peluruh dahak:

# Jahe

Ambil 1/2 ruas jahe dan tumbuk hingga halus. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai 1/2 jam. Minum rebusan 2 - 3 kali sehari.

Untuk sesak napas:

#1 Patikan kerbau

Ambil segenggam herba patikan kerbau. Tambahkan air dan lumatkan. Peras menjadi 1/2 mangkuk dan diminum.

#2 Adas

Ambil 10 tetes minyak adas. Seduh dengan 1 sendok makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan tiga kali sehari sampai sembuh.

Untuk batuk lebih dari 100 hari dan kering:

# Bidara upas

Ambil 30 g umbi bidara upas yang masih segar, dicuci dan diparut. Tambahkan 2 sendok makan air masak. Saring lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Aduk kemudian diminum tiga kali sehari.

Inilah 4 Jenis Ramuan Herbal, Bisa di Coba

Bila ingin meramu obat herbal sendiri, kombinasikan bahan-bahan yang dibutuhkan sehingga menjadi ramuan obat yang berguna sebagai penekan batuk, pengurang sekresi bronkus, atau perangsang saluran napas dan pendorong keluarnya dahak.

Ramuan #1:

8 g kencur, 2 lembar daun sirih, 2 g buah adas, 2 g daun saga, 0,05 g buah kemukus, 0,05 g kapulaga. Semua bahan direbus dengan 135 ml air dan diminum dua kali sehari selama dua minggu.

Ramuan #2:

1 siung bawang putih, 1 sendok makan air jahe, air kunyit, air jeruk nipis, madu, dan 3 sendok makan air matang. Ramuan dikukus, lalu diminumkan tiga atau empat kali sehari dua sendok teh.

Ramuan #3:

3 buah kapulaga, 15 butir kemukus, 1 sendok teh jintan hitam, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari rimpang kencur, dicuci, ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa 1 sendok makan dan minyak kayu putih 1 sendok teh, untuk melumas dada dan leher.

Ramuan #4:

1/4 genggam daun jintan, 1 jari rimpang jahe, 1 jari bidara upas, 4 buah kemukus, 1 jari kulit kayu manis, dicuci dan dipotong seperlunya, direbus dengan air bersih 4 gelas makan sehingga hanya tinggal setengahnya; sesudah dingin disaring dan diminum dengan madu murni seperlunya (tiga kali sehari).

Nah, tunggu apalagi, jika Anda sedang menderita batuk segera ke dapur dan temukan obatnya.

(rie/ beritags.com)